Tampilkan postingan dengan label Tenaga Teknis Kefarmasian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tenaga Teknis Kefarmasian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

Uji Kompetensi TTK

Uji Kompetensi TTK

Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian


Sebenarnya lagi malas nulis nih karena situasi peraturan yang carut marut ini. Tapi karena sudah janji, maka saya harus menepatinya kan. Untuk pengertian uji kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian dengan metode OSCA ini saya anggap sudah mengerti saja ya. Kalau belum tinggal tanya om google aja, banyak kok yang mbahas. Selain itu, kan janjinya ngasih contoh uji kompetensi itu bagaimana. Ya, kan! ^_^


Tujuan uji kompetensi itu sendiri adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya melalui sertifikasi tenaga kesehatan, yaitu proses pengujian dan pengakuan atas kompetensi tenaga kesehatan tersebut yg disesuaikan dgn kompetensi di bidang masing – masing. Pelaksanaannya pun didasarkan pada regulasi, bukan kebijakan orgnasiasi apalagi karena kepentingan perorangan. Bukan pula untuk membebani nakes tetapi untuk meningkatkan kualitas keprofesiannya sesuai dengan Standar Kompetensi.



Bagaimana Alur Regulasinya?


Ini pasti akan menjawab anggapan-anggapan jelek yang menyudutkan PAFI. Seperti anggapan bahwa uji kompetensi hanya untuk kepentingan para pengurus PAFI semata, ataupun anggapan lainnya yang lebih kasar. Di bagan ini akan diperlihatkan bagaimana sih perjalanan seorang tenaga kesehatan yang belum memiliki hak untuk melakukan upaya pelayanan kesehtan, hingga memiliki kewenangan tersebut. Perhatikan, apakah ada nama PAFI disana:




TIdak adakan! Karena yang menjalankan uji kompetensi adalah Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi yang dikoordinasi oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia. Perlu pula diketahui bahwa MTKI adalah badan otonom, non-struktural, & bersifat independen, yg terdiri atas 3 komisi yaitu komisi standardisasi; komisi sistim diklat dan litbang; dan komisi evaluasi. Trus siapa aja sih yang ada didalam MTKI/MTKP itu, jawabannya:
  • DEPARTEMEN KESEHATAN
  • ORGANISASI PROFESI TERKAIT
  • ASOSIASI RUMAH SAKIT
  • FAKULTAS / AKADEMI / INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN
  • TOKOH MASYARAKAT
  • PAKAR KEDOKTERAN
  • PAKAR PROFESI KESEHATAN LAINNYA
  • PAKAR HUKUM KESEHATAN
Wah, kalau saya teruskan bisa jadi buku yang setebal kamus nih. Jadi lebih baik, langsung ke pokok bahasannya ya.

Ketetapan Kelulusan Uji Kompetensi


Penetapan seorang tenaga kesehatan dinyatakan telah memiliki kompetensi yang baik, apabila:
  • Pengetahuan (bobot 20%). Lulus nilai uji tulis dengan persentase lebih dari delapan pulu persen (>80%)
  • Keterampilan (bobot 50%). Lulus dalam pengambilan keputusan klinik, tepat & terampil melaksanakan tindakan sesuai ketetapan pada setiap kasus/station (Sesuai Daftar Tilik)
  • Sikat/Attitude (bobot 30%). Dinilai dari segi kesopanan; santun menerima/melayani pasien; menghargai keputusan klien; menanggapi respon klien dengan punuh perhatian; serta komunikasi efektif dengan klien dan rekan sejawat.

Dari ketiga poin itu, apabila ada yang tidak lulu, maka:
  • Pengetahuan. Diulang 3 kali. Selanjutnya, perbanyak baca pustaka.
  • Keterampilan.  Diulang 3 kali. Selanjutnya, diharuskan mengikuti magang atau diklat.
  • Sikap. Melalui pertanyaan, bimbingan, arahan, serta motivasi agar mengubah perilaku dalam pelayanan.
 

Alur uji OSCA Tenaga Teknis Kefarmasian



Sebagaimana saya bilang sebelumnya. Lagi males nulis. Jadi saya kutip saja salah satu uraian tentang uji osca TTK ini, yang disampaikan oleh Mba Anie Senas dalam forum diskusi grup FB PAFI.
penjelasan_alur_uji_kompetensi_TTK
“UJI OSCA TERDIRI DARI 10 STASI.

PD STASI I :
TUJUAN : MAMPU MENYERAHKAN OBAT GOL. ANTIBIOTIKA.
bila kita menerima resep dg isi antibiotika apa yg bisa kita lakukan apabila : karena kondisi keuangan pasien hanya bisa beli 1/2 r. bagaimana kita menjelaskan cara penggunakan obt yg berisi antibiotika.

PD STASI II :
7-AN : MAMPU MEMBACA RESEP DOKTER & MENGETAHUI KANDUNGAN ZAT AKTIF OBAT2 YG DITULIS DLAM R/ TSB.
Misal nih ...dellasidrex....kandungan zat aktif utamanya apa. berapa mg.kandungan zat aktif ke2 apa ,berapa mg..dan berdsar r/yg ditulis pasien minum obt tsb ....kali sehari. (jgn takut karena brosur obat yg bersangkutan juga dilampirkan...jadi kita ga usah menghafalkan)

PD STASI III:
7-AN : MAMPU MENGHITUNG BIAYA OBAT RACIKAN
Misal : HJA pct 500 mg @ Rp.125. hja deksa @ Rp.20.Hja ctm @rp.8 Hja kapsul kosong @rp.50. kmd keuntungan apotek unt pembuatan caps RP 150. pembulatan harga rp.50 keatas nah unt jumlah akhir pembayaran brapa bila pct yg digunakan 5 tab,deksa 3tb,ctm 5 tb dan kaps kosong 15.....mudah pokok,e

PD STASI IV:
MAMPU MEMBUAT COPY RESEP

PD STASI V:
MENGEVALUASI KEMAMPUAN SWAMEDIKASI

PD STASI VI :
MENGEVALUASI KETRAMPILAN MENGHITUNG HARGA RESEP TUNGGAL
Misal per tablet bisolvon Rp.1300. cefat Rp.3900.biaya embalase tiap r/Rp.500
berapa hasil terakhir bila r/ dr :
r/bisolvon xv.
r/cefat xv......hihihi....sambil merem ya bisa....


PD STASI VII:
MENGEVALUASI KEMAMPUAN MEMBERI INFORMASI TENTANG PENGGUNAAN OBAT DARI RESEP DOKTER.
Misal kalo dalam 1 Resep terdiri dari 2 obat oral dan 1 obat berbentuk sediaan ovula.

PD STASI VIII :
MAMPU MENGHITUNG JUML BAHAN OBAT DALAM RESEP RACIKAN DAN MENJELASKAN KHASIAT KOMPONEN OBAT DALAM RESEP.
Misal :R/ amok 125 mg
ephedrin hcl 10 mg

kodein 10 mg
dmp 10 mg
ctm 2mg
m.f.pulv dtd no. xv
s.3 d.d.1
pro umar.......

PD STASI IX :
MENGEVALUASI KEMAMPUAN DALAM PROMOSI KELUARGA BERENCANA

 
PD STASI X :
MENGEVALUASI KEMAMPUAN SWAMEDIKASI
stasi ini berbeda dg pelaksanan di stasi V krn di stasi ini kita diuji tidak lagi tertulis tetapi wawancara ....(pura2 nya kita berhadapan dg pasien langsung) tugasnya sih :
1.dg ramah memperkenalkan diri & menyapa pasien.
2.mendengarkan keluhan pasien dg empati
3.memberikan alternativ obt yg dpt dibeli scr bebas unt mengatasi sakit yg diderita pasien.
4.dll deh.....


kalo mau kompenten......ikuti aja alurnya.... KAMU PASTI BISA.....


SHALAM......
”




Contoh Soal Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian


A. KEMAMPUAN PENGETAHUAN FARMAKOTERAPI
Pak Aji seorang Kepala Desa di desa Ciwaringin, saat ini sedang resah karena semenjak pemerintah membangun waduk yang persis berbatasan dengan desanya banyak warga yang menurut dokter Puskesmas mengidap sakit cacingan. Dari sosialisasi analisis mengenai dampak lingkungan yang telah diberikan, salah satu dampak pembangunan waduk adalah munculnya vektor penyakit antara lain siput yang bisa menyebabkan skistosomiasis. Tapi pak Aji sampai sekarang tidak mengerti apa hubungan cacingan, siput dan skistosomiasis. Mumpung sedang ke kota ia mampir ke apotek untuk membeli obat cacing anjuran dokter sekaligus konsultasi dengan farmasis.


Berikan jawaban B jika betul dan S jika salah pada lembar jawaban disetiap pernyataan dengan memberi tanda X (silang) sesuai dengan pilihan anda.
  • Skistosomiasis adalah sejenis penyakit akibat infeksi cacing sering disebut juga sebagai Bilharziasis.
  • Penyebab skistosomiasis adalah siput yang hidup di air
  • Salah satu jenis penyakit cacing yang lain adalah Filariasis atau penyakit kaki gajah.
  • Tablet Ascamex dengan dosis 25 mg digunakan sebagai obat cacing pita.

Dan seterusnya…..  Sampai  10 soal.

B. KEMAMPUAN MELAKSANAKAN FARMAKOTERAPI
Ny. Sunaryati (63 th) membawa resep dari seorang dokter spesialis paru. Dia menderita asma dan saat ini dia juga menderita radang bronchitis, batuk dan agak sesak.



Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat!

  • Bentuk sediaan dari inflamide adalah .....
  • Kandungan senyawa aktif dari inflamide adalah.....
  • Dalam resep tersebut, yang berkhasiat sebagai antiinflamasi adalah .....
  • Khasiat atau efek farmakologi dari inflamide adalah .....
 
Dan seterusnya .....  Sampai 10 soal.


C. KEMAMPUAN PENERAPAN ILMU RESEP DI APOTEK
Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter kepada apoteker untuk membuat dan atau menyerahkan obat kepada pasien. Di dalam resep harus memuat antara lain identitas dokter, tanggal penulisan, tanda R/, aturan pakai dan sebagainya



Padankan setiap pertanyaan disamping kiri dengan jawaban disamping kanan dengan tepat pada lembar jawaban yang disediakan, dengan menuliskan hurufnya saja.


D. MEMBERIKAN EDUKASI ATAU SECOND OPINION KEPADA PASIEN YANG DATANG KE APOTEK

TUGAS PESERTA UJI :
1.            Menyapa pasien dengan empati
2.            Mendengarkan keluhan pasien
3.            Menanyakan sudah berlangsung berapa lama penyakitnya
4.            Menanyakan sejak kapan minum jamu pegel linu
5.            Memberikan penjelasan secukupnya bahwa ibu tersebut menunjukkan gejala rematik
6.            Menyarankan untuk periksa ke dokter karena dokter yang tahu persis penyakitnya. Dokter bukan seorang yang harus ditakuti.
7.            Obat yang diberikan hanya untuk penanggulangan pertama
8.            Obat tersebut tidak boleh dipakai bersamaan dengan jamu pegel linu
9.            Memastikan bahwa informasi yang disampaikan sudah dipahami oleh pasien
10.          Memberi salam penutup


TUGAS PASIEN SIMULASI ;
1.            Datang ke apotek seorang ibu tengah baya (45th) dengan keluhan nyeri pada ruas tangan dan pergelangan kaki terutama bila pagi hari.
2.            Pada tempat yang disebutkan tadi, terlihat merah dan bila dipijit terasa sangat sakit
3.            beliau takut ke dokter semenjak kecil. Beliau selalu minum jamu pegel linu bila pagi hari setelah sarapan
4.            Beliau menginginkan obat yang baik, tidak mahal dan aman.


TUGAS PENGUJI DIAM :




Mengisi checklist yang disediakan.
No. 1,2,3,4,9,10 : Bila dilakukan nilai 1, bila tidak dilakukan nilai 0
No. 5 s.d 8  : Bila dilakukan dengan benar nilai 1, bila salah nilai 0


Selanjutnya dapat sertifikat deh. Sertifikat lulus uji kompetensi dan sertifikat registrasi. Tadinya  mau diupload juga, tapi takut disalahgunakan. Jadi lulus aja dulu, trus puas-puasin deh natapin sertifikatnya. Pasti ada kebanggaan tersendiri. ^_^

Jumat, 31 Desember 2010

PAFI Online

PAFI Online

PAFI ONLINE




Selain mulai banyaknya pedagang musiman seperti kembang api dan terompet, menjelang tahun baru masehi 2010 ini ternyata dunia online sekarang mulai diramaikan dengan berbagai website bertopik farmasi. Tentu diantara website bertopik farmasi tersebut ialah website dari masing-masing daerah/ cabang Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).
Berikut saya coba tulis masing-masing alamat URL dari PAFI daerah/ cabang yang telah online:
• PAFI JAWA TENGAH beserta link cabang-cabangnya
• PAFI BANDUNG
• PAFI SEMARANG
• PAFI BALIKPAPAN
• PAFI KALIMANTAN BARAT

Selama saya mengelola blog PAFI ini, saya merasakan antusiasme dari seluruh Asisten Apoteker Indonesia. Antusiasme itu dinyatakan dengan pertanyaan atau komentar yang diberikan terhadap artikel-artikel di blog ini. Bentuk lain antusisme itu ialah dengan banyaknya pendatang ke blog PAFI ini, baik baru maupun yang telah lama. Ini membuktikan, begitu hausnya para asisten apoteker akan informasi tentang organisasi profesi mereka PAFI. Bahkan melalui media ini pula, masyarakat luas dapat mengenal lebih baik tentang profesi Asisten Apoteker. Terima kasih semua, tanpa kalian blog PAFI ini tentu tidak akan bisa nangkring di posisi pertama google.co.id untuk kata kunci pencarian PAFI.

Untuk website sendiri, banyak jenisnya. Ada yang berupa blog, portal, forum, dll; dan ada yang gratis maupun berbayar. Blogspot.com adalah salah satu program google untuk membuat blog, selain gratis, kita juga hanya perlu memikirkan penggantian tampilan dan artikel saja, yang untuk hal ini pun sudah dipermudah. Sedangkan yang berbayar, selain domain dan hosting yang untuk pertahunnya memakan biaya kurang lebih Rp. 200.000,-, juga harus memikirkan pengelolaannya yang ribet.

Selain melalui website, ternyata banyak PAFI daerah/ cabang yang telah online melalui web2, yaitu melalui Facebook (FB). Kelebihan dari media Facebook ini ialah lebih banyak dikenal masyarakat. Baik yang telah menggunakan, maupun yang belum, tentu pernah mendengar media ini. Selain itu, media ini tentunya lebih mudah dalam pembuatan maupun organisirnya. Untuk membuat sebuah grup atau halaman di FB, tidak perlu pusing memikirkan hosting; domain; virus; malware; backup; script; seo; artikel; dan segala macam hal lain yang harus diperhatikan dalam pembuatan website profesional. Semoga dalam waktu dekat PAFI Pusat akan membuat website juga, sehingga para Komunikasi diantara Asisten Apoteker dan ke organisasi profesi dapat berjalan lancar.

Berikut saya coba berikan list PAFI Daerah/ Cabang yang telah mempunyai Facebook, tapi belum tentu pengurus kota/daerahnya yang buat ya:
  • PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia)
  • PAFI KALBAR
  • PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia ) SULUT
  • PAFI (PERSATUAN AHLI FARMASI INDONESIA) NTT – KOTA KUPANG
  • PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) Palembang
  • PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia ) FB ini berbeda dgn yg no 1 ya.
  • Pafi semarang
  • PAFI BALIKPAPAN
  • P A F I PEKALONGAN
  • PAFI KOTA MAGELANG
  • PAFI Padang PAnjang
  • PAFI CABANG MALANG

Senin, 27 Desember 2010

Sejarah Pendidikan TTK

Sejarah Pendidikan TTK

Sejarah Pendidikan Tenaga Menengah Farmasi/ Asisten Apoteker



Sejarah Pendidikan Asisten Apoteker
Mari kita ingat kembali, pendidikan pertama Asisten Apoteker dirintis dari negeri belanda dan tercatat pertama dari Indonesia yang berhasil lulus pada tahun 1908. Kemudian sekitar tahun 1918-1934 berdiri Pendidikan Asisten Apoteker pertama yang bernama “Leergang voor de opleiding van apothekers bedienden onder de naam van apothekers-assistentenschool”. Dengan persyaratan pendidikan awal dari “Mulo bag B” (setara SMP), dan lulusannya hanya dibatasi samapai 20% saja.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, pada tahun 1946 didirikan Sekolah Asisten Apoteker yang pertama dan dikelola oleh tenaga bangsa Indonesia di Yogyakarta. Sekolah Asisten Apoteker (SAA) tetap dipertahankan dari setelah kemerdekaan hingga tahun 1965, karena pada tahun tersebut Sekolah Asisten Apoteker berganti nomenklatur menjadi “Sekolah Menengah Farmasi (SMF)”. Kemudian sekitar tahun 2007, pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai perubahan status pendidikan Asisten Apoteker ini menjadi “Sekolah Menengah Kejuruan Keahlian Farmasi (SMK KF)”, hal ini disesuaikan dengan program pemerintah untuk menyiapkan tenaga menengah dan perbandingan antara sma dan smk menjadi (30:70). Di Samarinda SMK Farmasi pertama didirikan pada tahun ajaran 2006/2007.


Untuk Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) yang pertama di Indonesia, didirikan oleh Yayasan Putera Indoneis Malang. AKAFARMA tersebut didirikan pada tanggal 12 Februari 1996, yaitu dengan surat keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.00.06.1.1.488 yang memberikan kewenangan dan hak untuk mendirikannya. AKAFARMA merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan menyiapkan peserta didik yang piawai dibidang kuliti control, dan pada tanggal 9 Agustus 1999 atau tiga tahun setelah didirikannya AKAFARMA Putra Inodonesia Malang mendapat program akreditasi dari Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. Hasil Akreditasinya adalah B, yang dituangkan dalam SK No. HK.00.06.4.32413. Dengan hasil akreditasi tersebut AKAFARMA Putra Indoonesia Malang berhak untuk melaksanakan Ujian Akhir Program Sendiri, sampai sekarang. Prestasi Yayasan Putera Indonesia bukan hanya itu, untuk mengisi kebutuhan tenaga terampil di bidang pelayanan dan produksi, maka pada tahun 1997 didirikanlah Akademi Farmasi pertama di Indonesia. Dan pada tanggal 23 Juni 1997 turun SK dari Menteri Kesehatan dengan nomor HK.00.06.1.1.1950. Sedangkan AKFAR Samarinda Pertama didirikan pada tanggal 23 November 2001.

 Info TTK tambahan




Sekedar tambahan informasi, Fakultas Farmasi pertama di Indonesia adalah Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada. Fakultas tersebut didirikan pada tanggal 27 September 1946, dengan nama Perguruan Tinggi Ahli Obat (PTAO). Perguruan tinggi ini merupakan bagian dari gabungan perguruan tinggi lainnya, yaitu Perguruan Tinggi Kedokteran, Perguruan Tinggi Kedokteran Gigi, Perguruan Tinggi Pertanian dan Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan. Namun karena peristiwa pemberontakan PKI Moeso serta akasi militer oleh tentara Belanda ke-2 maka pada tanggal 19 Desember 1948, secara terpaksa gabungan perguruan tinggi tersebut menghentikan kegiatan akademisnya karena banyak para dosen dan mahasiswanya yang ikut bergerilya atau bergabung dalam tim Palang Merah.


Sekarang dengan adanya PP Tenaga Kefarmasian 51/2009, maka profesi farmasi menjadi Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Dengan tambahan bahwa sarjana farmasi merupakan bagian dari Tenaga Teknis Kefarmasian, selain dari Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi, dan Tenaga Menengah Farmasi/ Asisten Apoteker, maka hal ini menjadi kebhinekaan yang bisa menghambat persatuan kita. Mohon koreksinya yah.. Wink

Minggu, 26 Desember 2010

Organisasi TTK

Organisasi TTK

Organisasi Tenaga Teknis Kefarmasian



Beberapa waktu ini saya menulis bagaimana keadaan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dinegara lain, terutama negara USA yang katanya bersistem liberalis dan malaysia yang merupakan negara tetangga kita. Alasan saya menulis, artikel-artikel tersebut ialah karena kebiasaan masyarakat kita yang masih suka membandingkan dengan yang lain, terutama yang lebih baik. Karena itu sekarang saya juga akan menulis tentang organisasi yang mengayomi Tenaga Teknis Kefarmasian di Amerika.

Terdapat tiga organisasi yang berfokud pada Tenaga Teknis Kefarmasian di Amerika, yaitu:
  • National Pharmacy Technician Association (NPTA)
  • American Association of Pharmacy Technician (AAPT)
  • Pharmacy Technician Educators Council (PTEC)
Wah, kok bisa ya sampai ada tiga organisasi yang bergelut di dunia TTK. Apa terjadi perpecahan diantara para TTK USA, sehingga ada tiga organisasi? Untuk menjawabnya, mari kita ikuti mulai dari sejarahnya.

Sejarah

 American Association of Pharmacy Technician (AAPT), didirikan pada tahun 1979. Kemudian pada Agustus 1989 terjadi The 1st Pharmacy Technician Educators Conference, di Columbia (SC). Oleh Don Ballington  Konferensi pertama ini diselenggarakan sebagai jaringan / informasi berbagi pengalaman untuk TTK pendidik. Pertemuan kedua konferensi tersebut, ditempat yang sama dan oleh orang yang sama pada Agustus 1990, terjadi peningkatan kehadiran dan ide dari sebuah organisasi yang didedikasikan untuk kepentingan dan keprihatinan pendidik TTK pun dibahas.  Nah, pada Agustus 1991 pada acara konferensi ketiga di Charleston (SC), lahirlah Dewan Pendidik TTK (PTEC). Yang untuk pertama kali dipilih Don Ballington sebagai presiden, dengan Larry Nesmith sebagai wakil presiden. Dan yang terakhir ialah National Pharmacy Technician Association (NPTA), yang didirikan di Houston (Texas) pada Pebruari 1999.

Kewenangan


Tentunya keberadaan tiga organisasi tersebut bukan karena perpecahan diantara para Tenaga Teknis Kefarmasian mereka, namun untuk membagi kewenangan yang sangat berat pertanggungjawabannya apabila hanya dipikul oleh satu organisasi saja. Dari nama masing-masing organisasi tersebut mungkin anda bisa menebak, fungsi dan tugas mereka. AAPT yang merupakan pioner organisasi AAPT merupakan organisasi yang sekarang tujuan utamanya untuk mendistribusikan dan sekaligus memberikan pelatihan-pelatihan secara langsung di tempat-tempat pekerjaan kefarmasian dilakukan. Tentu organisasi ini penting, agar para lulusan TTK yang telah bersertifikat tidak perlu repot untuk mencari tempat untuk bekerja/ magang. Yah, bisa dibilang AAPT merupakan organsasi pekerja TTK.


PTEC, yah apalagi kalo bukan bertujuan untuk menciptakan tenaga pendidik TTK yang berkompeten. Sebagai bukti keseriusan mereka, tidak perlu berlama-lama pada agustus 1992 mereka mengadakan pertemua pertama yang berfokus pada kurikulum program Tenaga Teknis Kefarmasian, bahan pendidikan dan teknik pengajaran. Bahkan PTEC pada waktu itu telah memilih jurnal farmasi teknology sebagai jurnal resmi. Terakhir, NPTA merupakan organisasi yang berfokus pada sertifikasi  dan bantuan hukumTenaga Teknis Kefarmasian. Walau terakhir lahir, tapi NPTA adalah organisasi profesional terbesar didunia yang didirikan secara khusus untuk TTK. Setidaknya begitu yang mereka klaim dalam website mereka, http://www.pharmacytechnician.org

Bukti Kekeluargaan



Salah satu bukti keharmonisan ketiga organisasi tersebut ialah pada hari buruh (9-6-04) di New Orleans, mereka menandatangani pernyataan resmi kesatuan atau bahasa kutainya Statement of Unity. Yang bunyinya:


"As a historic event, selective key leaders of AAPT, NPTA and PTEC met for the first time to establish a united voice for pharmacy technicians.
We respect the history and culture of our respective organizations.
We commit to proactively work together to address technician issues, such as member’s needs, education (both initial and continuing), roles and responsibilities, certification, regulations and their impact on patient care.
We plan to continue our association together on an international, as well as domestic, scope in the united belief in the value of pharmacy technicians in the practice of pharmacy."


This article was signed by:
Susan Jeffrey,CPhT - President of AAPT
Mike Johnston, CPhT - Executive Director of NPTA
Robin Luke, CPhT - Vice-President of NPTA
Jeanie Barkett, RPh - President of PTEC



Yang pada intinya, sebagai peristiwa bersejarah para pemimpin kunci selektif AAPT, NPTA dan PTEC bertemu untuk pertama kallinya untuk membentuk suara bersatu untuk Tenaga Teknis Kefarmasian. Saling menghormati sejarah dan budaya organisasi masing-masing. Berkomitmen untuk secara proaktif bekerja sama untuk megatasi masalah TTK, seperti kebutuhan anggota, pendidik (baik awal dan berkesinambungan), peran dan tanggung jawab, sertifikasi, peraturan dan dampaknya terhadap perawatan pasien. Mereka juga berencana untuk melanjutkan hubungan bersama di Internasional maupun domestik, saling mempercayai dalam kesatuan dan nilai Tenaga Teknis Kefarmasian dalam praktek kefarmasian.


Kesimpulannya, ya mudah-mudahan organisasi kita Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) dapat berkembang dan jangan hanya terbawa arus, agar kita dapat mengikuti jejak organisasi-organisasi tersebut bahkan agar dapat lebih baik dari mereka. Jadikan pula keadaaan pembantu farmasi di malaysia sebagai pembelajaran. Kepada rekan-rekan TTK, jangan hanya menumpukkan beban tugas kepundak PAFI saja. Mari berikan yang terbaik bagi PAFI, jangan tanya apa yang PAFI berikan untuk kita. Salam PAFI..
Beda AA & TTK USA

Beda AA & TTK USA

Perbedaan Pharmacy Assistant & Pharmacy Technician di Amerika



Ternyata tenaga Pharmacy Assistant (Asisten Apoteker) dan Pharmacy Technician (Tenaga Teknis Kefarmasian) di Amerika masih sangat diperlukan. Di Houston saja untuk Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) diperlukan pertahunnya lebih dari 39.000 pekerja, dengan penghasilan rata-rata pertahun $18,720 - $32,240 atau sekitar Rp.187.200.000 - Rp.322.400.000 (sedikit sekali ya ^_^, sumber : http://www.pharmacytechnician.org/en/cms/?831).

Nah, tentunya terlebih dahulu dalam artikel ini saya akan menulis perbedaan antara Asisten Apoteker (AA) dengan TTK di Amerika.


Sertifikasi

TTK disertifikasi oleh salah satu pihak yang berwenang. Untuk TTK bersertifikat nasional disertifikasi oleh Pharmacy Technician Certification Board (PTCB), dan untuk TTK bersertifikat negara bagian disertifikasi oleh state's Board of Pharmacy. Bedanya dengan AA, mereka tidak bersetifikat.


Pendidikan

TTk haru menyelesaikan pendidikan selama 6 bulan sampai 2 tahun untuk mendapatkan sertifikat atau gelar Associate's di Pharmacy Technologi sebelum bersertifikat. Sedangkan AA tidak memerlukan pendidikan khusus, mereka hanya mendapatkan kemampuan bekerja melalui pengalaman mereka di tempat kerja.

Tanggung Jawab

TTK dapat bertanggung jawab atas pembuatan gel, kapsul, krim ataupun cairan infus. Mereka juga dapat memberikan nasihat medis secara terbatas. Namun, AA terbatas pada penghitungan jumlah tablet yang dibeli, melakukan pengiriman ataupun melakukan tugas-tugas administrasi seperti menjawab saluran telepon.

Pengawasan

TTK berada dibawah pengawasan seorang Apoteker, berbeda dengan AA yang diawasi oleh TTK.

Karir

TTK memiliki kemampuan untuk maju menjadi pimpinan teknisi ataupun peran khusus lainnya dalam apotek. Tetapi kesempatan AA untuk berkarir sangat kecil, bahkan mungkin tidak ada.

Upah

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja median upah Amerika Untuk TTK pada tahun 2008 adalah $13,32 perjam. Coba bandingkan dengan AA yang rata-rata penghasilannya adalah $8,47 dan $11,62 perjam.